Panduan Lengkap On’yomi & Kun’yomi: Cara Membedakan Cara Baca Kanji (dengan Contoh)

Panduan Lengkap On’yomi & Kun’yomi: Cara Membedakan Cara Baca Kanji (dengan Contoh)

Bagi Anda yang baru mulai belajar bahasa Jepang, memahami cara membaca Kanji adalah salah satu tantangan terbesar. Mengapa? Karena satu karakter Kanji bisa memiliki beberapa cara baca yang berbeda tergantung pada konteksnya. Dua cara baca utama ini disebut On’yomi dan Kun’yomi.

Meskipun pada awalnya terasa rumit, memahami perbedaan dan aturan dasar antara On’yomi dan Kun’yomi akan sangat mempermudah proses belajar Anda. Artikel ini akan menjadi panduan lengkap Anda, mengupas tuntas perbedaan keduanya, aturan penggunaannya, hingga contoh-contoh praktis agar Anda bisa menguasai cara membaca Kanji dengan lebih percaya diri.

Apa Perbedaan Antara On’yomi dan Kun’yomi?

Karakter kanji Jepang dengan anotasi On'yomi dan Kun'yomi.

Perbedaan mendasar antara keduanya terletak pada asal-usul cara bacanya.

On’yomi (音読み) – Cara Baca Tiongkok

On’yomi adalah cara baca yang didasarkan pada bunyi asli karakter tersebut dalam bahasa Tiongkok saat pertama kali diperkenalkan ke Jepang. Karena hanya meminjam bunyinya, sering kali cara baca On’yomi tidak memiliki arti jika diucapkan sendirian. On’yomi hampir selalu digunakan saat dua atau lebih Kanji digabungkan untuk membentuk sebuah kata baru (熟語 – jukugo).

Contoh: 「学校」(gakkō – sekolah), 「電話」(denwa – telepon).

Kun’yomi (訓読み) – Cara Baca Asli Jepang

Kun’yomi adalah cara baca yang menggunakan kata asli bahasa Jepang yang sudah ada sebelumnya yang memiliki arti yang sama dengan Kanji tersebut. Oleh karena itu, cara baca Kun’yomi biasanya memiliki arti yang jelas meskipun diucapkan sendirian. Kun’yomi sering kali digunakan saat Kanji berdiri sendiri atau diikuti oleh okurigana (akhiran hiragana yang melengkapi kata kerja atau kata sifat).

Contoh: 「飲む」(nomu – minum), 「赤い」(akai – merah).

Aturan Membaca On’yomi dan Kun’yomi (dengan Contoh Kalimat)

Buku catatan dengan contoh-contoh kalimat dalam bahasa Jepang.

Secara umum, ada beberapa aturan dasar yang bisa membantu Anda menentukan kapan harus menggunakan On’yomi atau Kun’yomi.

Aturan 1: Saat Kanji Berdiri Sendiri

Jika satu karakter Kanji digunakan sebagai satu kata utuh, biasanya ia dibaca dengan Kun’yomi.

Contoh: 「車」(kuruma – mobil), bukan 「しゃ」(sha).

Aturan 2: Saat Kanji Digabung (Jukugo)

Jika dua atau lebih Kanji digabungkan membentuk satu kata (jukugo), biasanya semuanya dibaca dengan On’yomi.

Contoh: 「自動車」(jidōsha – kendaraan bermotor), di mana 「自」(ji),「動」(), dan「車」(sha) semuanya adalah On’yomi.

Aturan 3: Saat Kanji Diikuti Okurigana

Jika sebuah Kanji diikuti oleh akhiran Hiragana (okurigana) untuk membentuk kata kerja atau kata sifat, ia hampir selalu dibaca dengan Kun’yomi.

Contoh: 「正しい」(tadashii – benar), bukan「せいしい」(seishii).

Pengecualian dan Kombinasi

Tentu saja, ada banyak pengecualian. Terkadang, jukugo bisa merupakan gabungan Kun’yomi + Kun’yomi seperti pada「野原」(nohara – padang rumput), atau bahkan gabungan On’yomi + Kun’yomi yang disebut Jūbako-yomi (重箱読み) seperti pada「残高」(zandaka – saldo), dan sebaliknya yang disebut Yutō-yomi (湯桶読み) seperti pada「朝晩」(asaban – pagi dan malam).

Kiat Praktis untuk Membedakan On’yomi dan Kun’yomi

Tanda tanya dan tanda seru, melambangkan kebingungan dan pemahaman.

Ciri-ciri On’yomi

  • Jika diucapkan sendirian, sering kali tidak memiliki arti yang jelas.
  • Biasanya terdiri dari 1 atau 2 suku kata.
  • Sering kali mengandung bunyi seperti -i, -u, -ki, -ku, -chi, -tsu, -n.

Ciri-ciri Kun’yomi

  • Jika diucapkan sendirian, biasanya memiliki arti yang jelas dalam bahasa Jepang.
  • Sering kali terdiri dari lebih dari 2 suku kata.
  • Hampir selalu diikuti oleh okurigana jika berfungsi sebagai kata kerja atau kata sifat.

Kesimpulan

Meskipun pada awalnya terlihat rumit, memahami perbedaan antara On’yomi dan Kun’yomi adalah kunci untuk membuka dunia Kanji. Aturan-aturan di atas akan membantu Anda dalam banyak situasi, namun cara terbaik untuk menguasainya adalah dengan terus berlatih membaca dan memperbanyak kosakata. Jangan takut membuat kesalahan, karena setiap kata baru yang Anda pelajari akan membuat Anda semakin terbiasa dengan pola cara bacanya. Semangat!

関連記事

この記事をシェア